Memanfaatkan Status Facebook Sebagai Bahan Artikel

Memanfaatkan status yang ditulis sahabat di timeline Facebook sudah beberapa kali saya lakukan. Artikel saya berjudul Saya Blogger Cap Apa Sih? adalah salah satu contohnya. Postingan tersebut memanfaatkan status mas Rudi G. Aswan.

Saya kemudian mengulas tentang sebutan untuk para blogger yang blognya berniche tertentu. Muncullah label Food Blogger, Foodgrapher, Beauty Blogger, Traveler Blogger, dan lain sebagainya.

Mengutip status di Facebook bisa dilakukan dengan cara langsung copy-paste. Jangan lupa membubuhkan nama penulis status, tanggal, dan waktu postingnya. Lebih bagus jika pada nama penulis diberi link hidup sebagai salah satu cara pemberitahuan kepadanya. Ini menyangkut etika dan hak cipta.

Cara lainnya yang malah lebih praktis adalah dengan mengembed status tersebut. Cara ini juga lebih menarik karena kita bukan hanya sekedar menyalin status tetapi sekaligus menampilkan wajah Facebooknya. Keuntungan lain adalah sudah tersedianya link yang dibutuhkan.

Jika sahabat ingin melakukan embed status seorang sahabat di Facebook silakan mengikuti langkah berikut ini.

1. Pilih status yang ingin dijadikan sumber tulisan. Saya ambil contoh status yang ditulis oleh mas Akhmad Muhaimin Azzet di atas.

2. Klik kotak bertanda panah di sebelah kanan atas. Akan muncul pop up, kotak kecil berisi beberapa menu. Klik menu </> Embed. Lihat gambar di bawah ini.

Status di timeline Facebook

3. Muncul halaman berisi kode. Copy kode tersebut lalu simpan di file komputer.Embed kode

Kodenya seperti gambar di bawah ini.

Kode HTML

 4. Paste kode tersebut di draft postingan sesuai rencana yang ditetapkan. Saat paste kode draft harus dalam mode Teks.

Cara memasang kode HTML di postingan

5. Jika langkahnya benar maka status Facebook akan muncul dengan baik di blog. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan penulisan artikel sampai selesai.

Satu hal yang perlu diingat, permintaan ijin kepada pemilik status sebaiknya dilakukan walaupun kelak akan dipasang link atau disebutkan sumbernya. Namun demikian kehati-hatian juga perlu dilakukan terutama status yang mengundang perdebatan dan perbedaan penafsiran tajam.

(Visited 87 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

9 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Baru tahu ada fitur ini De. Makasih ya. Soalnya aku juga sering terinspirasi dari statusku sendiri maupun teman FB lainnya.

    Iya, bagus kan fiturnya

  2. Sri Wahyuni berkata:

    Alhamdulillah dapat ilmu dari blogapik….terimakasih banyak Pakde sudah menginspirasi….
    Salam hormat dari pulau Dewata

    Ilmu enteng2 saja

  3. oRiN berkata:

    Wah, baru tahu fb bisa embed juga. Mantap nih. Jadi gak perlu repot screen capture lagi

    Iya, lebih praktis dan ekonomis

  4. wah, bagus ini. Makasih atas informasi ini. Mau segera praktik, ah. Semoga saya paham caranya haha…

    Gampang kok

  5. herva yulyanti berkata:

    Baru tahu fitur embed kemudian di salin ke blog haturnuhun pakde
    sehat dan menginspirasi selalu

    Sama, saya juga baru tahu dan langsung membuat tip ini

  6. Irly berkata:

    Wah.. belum pernah coba masukin tautan dari FB, selama ini kalau ga dari YouTube ya dari Instagram aja. 🙂

    Perlu dicoba
    Siapa tahu dapat hadiah

  7. wahh aku juga baru tau kalo bisa masukin status fb ke blog, btw thanks ya infonya

    Sama-sama Mas

  8. Ilham berkata:

    aku baru tahu ada cara seperti ini … boleh dicoba juga ni pak dhe

    Silakan

  9. Diana Ike berkata:

    Baru tau ada fitur embeb. Tak coba ah Pak Dhe

Leave a comment