Berhenti Ngeblog? Nggak Waras Kamu

Kalimat yang menjadi judul postingan di atas saya lontarkan kepada seorang keponakan. Nggak ada angin nggak ada hujan kok dia menyuruh saya berhenti ngeblog. “Kalau hanya untuk ngisi waktu luang mbok ngobrol saja di WA atau Facebook. Nggak ribet dan Lebih gayeng loch.” Hlah, anak ini kok nguyahi segoro, menggarami lautan. 

Seketika saya melirik gadget yang dipegangnya. Tampaknya dia sudah mengganti HP berlabel ‘masa gitu’ dengan ponsel baru [walaupun kelasnya juga masih kalah dengan HP Pakdenya hahahak] Keponakan ini tampaknya belum mafhum jika Pakdenya sudah malang melintang di media sosial dan aneka grup di WA.

“Saya sudah berada di Facebook dan Twitter sejak HPmu masih jadul,” kata saya sambil memperhatikan tangannya yang tuwal-tuwil menekan tombol ponselnya.”Itu kegiatan yang saya lakukan untuk melengkapi aktivitas ngeblog.”

“Kata orang, ngeblog itu jobless. Kegiatan orang yang nggak punya pekerjaan.” Saya mendelik mendengar kalimat ini dan ingin bilang: “Kamu kurang piknik,” tapi kok kesannya klise.

Saya lalu menunjukkan sebuah foto kepadanya.

Cara memenangkan lomba blog

.

“Apa itu, Pakde?”

“Saya ingin memberitahu bahwa dengan ngeblog saya bisa mendapatkan gadget gratis.”

“Kok bisa?”

“Ya saya mengikuti lomba blog dan menjadi salah satu pemenangnya. Tablet ganteng itu hadiahnya.” Keponakan saya manggut-manggut. Saya panas-panasi lagi dengan menunjukkan foto yang lain. “Dengan ngeblog saya akhirnya bisa menerbitkan aneka buku. Termasuk buku memoar perjalanan hidup saya yang sudah lama saya dambakan.”

Caramenerbitkan buku

.

Keponakan saya makin terkesima. Kultum saya lanjutkan agar dia semakin menyadari kekeliruan anggapan bahwa ngeblog iu jobless.

“Dul, ngeblog jaman sekarang lebih menggairahkan lagi,” pancing saya.

“Blogger banyak yang cantik ya, Pakde?” pikiran playboynya muncul.

“Bukan hanya itu. Ngeblog juga bisa menghasilkan uang untuk nambah beli cabe dan memperpanjang STNK.” Saya mengaitkan dengan situasi yang berkembang saat ini.

“Memangnya ada yang mbayar?”

“Ada donk. Blogger sekarang makmur-makmur. Nulis artikel sejengkal dua jengkal saja sudah bisa meraup uang ratusan ribu rupiah.”

“Uang dari Hongkong?” Hlo kan, dia masih belum percaya.

“Zaman sekarang banyak perusahaan atau instansi yang merangkul blogger untuk mempromosikan produk dan jasanya. Nah dengan menulis artikel di blog maka perusahaan akan memberikan fee yang pantas untuk blogger. Artikel itu lazim disebut sponsored post. Bayangkan, jika abang becak memerlukan 5-10 tarikan untuk untuk mendapatkan dua ratus ribu rupiah maka blogger cukup menulis 40 sampai 60 menit saja untuk mendapatkan penghasilan yang sama.”

“Asyik donk ya, jadi pengin ngeblog,” pancingan saya mengena.

“Bukan hanya itu saja. Blogger juga bisa mendapatkan aneka barang dan sejumlah uang dengan mengikuti lomba blog,” umpan saya berikan lagi.

“Kalau begitu ngeblog itu ternyata bisa dijadikan sandang-pangan ya, Pakde.”

“Betul. Teman saya malah rela melepaskan jabatannya di sebuah perusahaan karena ingin menekuni aktivitas ngeblognya. Harap kamu tahu, penghasilan blogger mancanegara bahkan bisa membuat matamu ijo. Mereka monetize blognya, menjadikan blog sebagai lahan untuk menjemput rezeki.”

“Ternyata blogger itu hebat. Kapan saya bisa seperti mereka?”

“Kapan saja. Harap diingat, blogger hebat tak selalu dilahirkan hebat. Artinya blogger itu tidak dilahirkan tetapi dibentuk.” Saya mulai berfalsafat.

“Pakde, selain yang sudah disebutkan di atas, sebenarnya apa saja sih manfaat ngeblog itu bagi Pakde?”

“Banyak. Dengan ngeblog saya bisa berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi orang lain. Bukankah itu termasuk kegiatan yang bernilai ibadah.”

“Leres, Dhe.”

“Teman saya juga semakin banyak, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Jika saya bepergian ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, Balikpapan, Manado, Bali, Malang, Jember, Solo dan kota-kota lain maka saya bisa ngajak tekman-teman blogger untuk bertemu atau kopdar. Bukankah ini kebahagiaan yang tak ternilai.”

Manfaat ngeblog bagi lansia

Courtesy: Indah Nuria Savitri

.

“Ada yang bilang bahwa menulis itu juga merupakan terapi yang cukup ampuh untuk menyehatkan mental?”

“Benar. Dengan menulis saya merasa wawasan saya semakin luas karena menjadi rajin membaca. Menurut saya, blogosphere itu mirip universitas terbuka dengan banyak fakultas dan jurusan. Mau cari ilmu apa saja pasti akan ketemu. Konon, menulis juga menyebabkan otak menjadi lebih segar dan bugar karena otak selalu bekerja. Itu juga bagus untuk mencegah pikun dini, bukan.”

“Katanya nih, sekarang pemerintah sedang getol mengawasi aneka kegiatan di internet. Maklum banyak berita hoax yang isinya memfitnah, mengadu-domba, menjelek-jelekan orang lain, dan bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.Bagaimana tanggapan Pakde sebagai seorang blogger?” Saya tersenyum, rupanya keponakan ini juga mulai melek situasi.

“Betul. Itulah sebabnya blogger dan pengguna internet lainnya harus menyadari hal ini. Apa yang kita tulis harus dipertanggungjawabkan. Blog memang milik pribadi-pribadi. Namun harus diingat begitu sebuah artikel diterbitkan maka akan dibaca oleh ribuan bahkan jutaan manusia. Itulah sebabnya saya berusaha agar artikel saya bermanfaat dan tak memprovokasi orang lain untuk melakukan perbuatan negatif.”

“Maaf, Pakde. Dengan ngeblog terus-terusan apakah tidak menimbulkan kesan bahwa blogger itu termasuk manusia introvert. Wong kerjanya hanya di depan komputer gitu?”

“Hahaha..menyendiri itu kan kalau lagi menulis artikel. Lihat saja di luar sana. Banyak blogger yang aktif dalam masyarakat. Mereka tak segan-segan terjun ke daerah yang tertimpa bencana alam, kerja bakti, atau mengantar bantuan yang dikumpulkan dari para blogger. Ada juga yang menjadi narasumber dalam workshop atau talkshow di berbagai event kok. Belum lagi acara kopdar berskala sedang maupun besar. Itu membutikan bahwa blogger bukan termasuk manusia intreovert dan tak mau bersosialisasi, bukan.

Cara menjadi narasumber talkshow

Etika mengikuti kopdar

Manfaat menjadi narasumber

“Mendengar penjelasan ini kok saya malah jadi ingin ngeblog mengikuti jejak Pakde. Ngeblog itu sulit apa tidak, Pakde?”

“Gampang pwol,” ujar saya spontan.

“Caranya?”

“Ya jangan hanya pengan-pengin saja. Mulailah membangun blog.”

“Kapan?”

“Sekarang!”

 “Tetapi dengan iming-iming fulus dan materi itu apa nggak menyebabkan blogger menjadi kehilangan idealisme dan terjebak dalam nafsu syahwat untuk mengumpulkan uang, Dhe.”

“Itu tergantung niat awalnya. Tetapi saya meyakini bahwa blogger tetap menjaga kualitas artikelnya. Sponsored post tetap dikemas secara apik agar idealismenya tak luntur atau merosot.”

“Jadi saran saya agar Pakde berhenti ngeblog itu salah ya, Pakde?”

“Bukan hanya salah tapi nggak waras kamu!”

(Visited 133 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

19 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. felyina berkata:

    Pagi, Dhe. oyaya… beklah, Dhe. Akan saya inget wejangannya. *menataqp nanar ke blog eke yang masih belum pernah dapet sponsor. Hahahahahahahaha… Tapi lumance, lah. Udah menang lomba 1 kali. Duitnya buat jajan dan beliin anak baju. syedaaaaaaap.

    Enak kan jadi blogger
    Banyak lomba tahun 2017

  2. Nining berkata:

    Hahahaha pancingannya maut ya Pakde, saya sampe ngebayangin ekspresi Pakde saat mengucapkan kalimat terakhir “Nggak waras kamu!” :)))))

    Lha itu dia.
    Sok tahu banget khan

  3. Leres Pakde. Saya pun tetap ngeblog untuk mempertahankan kewarasan jiwa dan dompet. Wkwkwk

    hahahaha…lumayan hasilnya untuk ganjel dompet kan

  4. nova violita berkata:

    Nah..itu pak de…, kadang pancingan ..bikin orang bernafsu bikin blog…
    tapi begitu gak menghasilkan ..karena ngarep dapat ikan gede… jadi berenti..
    padahal semua butuh proses..gak ujug-ujug dapat hp mahal…

    Betul, perlu kerja keras, tekun, dan sabar

  5. Rita dewi berkata:

    Selain itu ngeblog bisa bikin orang terkenal. Layaknya artis di dunia maya. Hehe…

    Hooh, contohnya adalah Radita Ditya ya

  6. Frida berkata:

    Baca wejangan pak de…jadi semangat lagi ngeblognya…meski masih senin kemis….hiii matur muwun pak de…

    Publish Senin-Kemis juga sudah oke kok

  7. Dandy Siswandy berkata:

    pak de kereeeennn… alasannya bikin orang makin semangat ngeblog

    Maju terus agar hidup selalu berwarna-warni

  8. Noer Ima Kaltsum berkata:

    Terima kasih Bapak Abdul Cholik atas artikelnya yang bikin mata ijoooo

    Yuk ijo-ijoan mata Jeng

  9. gus bolang berkata:

    mantep pak de ….. ini baru semangat ngeblog pak

    Terima kasih Gus
    Mari ngeblog terus

  10. Pakdheee, membaca tulisan ini aku beneran jadi semangat ngeblog lagi. Pakde emang top banget. Bisa dapat gadget 🙂

    Harus semangat donk

  11. Jejak Maya berkata:

    wejangannya sangat menggoda ya, menulis itu bisa menjadi terapi sangat benar, jadi semangat ngeblog nih, bukan katena hadianya, tapi terapinya itu yang bikin semangat berkobar

    Betul, hadiah anggap sebagai hiburan
    Kepuasan batin menulis itu yang perlu

  12. Inna Riana berkata:

    aduh pakdee… saya sempet kepikiran mau berhenti ngeblog, lho. tapi nggak jadi karena eh karena udah terlanjur cinta dan hidup terasa hampa tanpa ngeblog *eaa*

    hahahaha….bukan hanya itu
    Teman2 nanti malah nggak asyik kalau kita nggak ngeblog

  13. huahahaaa…ini keponakan imajinasi atau nyata kah?

    Tenanan kok

  14. sarah berkata:

    Wah, keren nih pak Dee. Aku baru belajar ngeblog, belum bisa apa2 (menghasilkan). Mesti banyak berguru nih sama pak de

    Lama-lama akan bisa

  15. Nunung berkata:

    Waah keponakannya belum ngerti kali pakdhe yang mbaurekso dunia perbloggeran.Masak disuruh berhenti?saya aja punya bayi masih tetep ngeblog pakdhe. Biar waras gak ketemu popok.terus.

    Iya, yang belum ngeblog mungkin belum merasakan nikmatnya

  16. nitalanaf berkata:

    Pernah saya ditegur sama tante (Saya memang tinggal sama beliau), “Ngapain beli beras di supermarket. Apa nggak lebih mahal?” Saya jawab, “Lah belinya pake voucher belanja hasil menang lomba blog. Emangnya warung mau nerima bayar pakai voucher?” haha…

    Ya gitu deh, Pakde. Yang didapat dari blog, entah menang lomba atau job review, lumayan buat beli sabun dan odol. Belum lagi kiriman mie, sarden, sampai deodorant untuk di-review. Alhamdulillah bisa bagi2 juga sama orang rumah 🙂

    Kalau masalah takut introvert kan bisa diimbangi dengan datang ke event2, apalagi yang ngasih duit cash. Eh larinya ke duit lagi, haha…

    Iya, banyak manfaat ngeblog, baik yang tangible maupun intangible

  17. EDI MEDIA SOSIAL berkata:

    Jujur saya ingin ngeblog terus seperti PakDhe… maaf aku ikuti saran2 Pak Dhe dalam ngeblog. Sukses semuanya yg jelas dengan ngeblog kita banyak teman.

    Betul, banyak teman, banyak rezeki. Insya Allah

  18. Ahmad berkata:

    memang ada pikiran saya juga untuk berhenti ngeblog… tapi akhirnya saya tetap semangat untuk ngeblog

    Ngeblog itu ngangeni

  19. Agus Supriyono berkata:

    Asyik nih tulisan pak de, karena tahu manfaat ngeblog saya ajak istri, belum berhasil pak de, tulisan ini saya tunjukkan mudah-mudahan setelah baca jadi mau ngeblog

Leave a comment