Saya Ingin Menjadi Civilized Blogger

Gemagus kan judulnya? Campuran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris mirip ngomongnya para artis dan selebritis. Jika diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia maka judulnya menjadi Saya Ingin Menjadi Blogger yang Berbudaya. Itulah sebabnya blog ini saya beri titel Blog Apik. Senada dengan nama domain yang saya pilih.

Sebagai seorang blogger yang sudah berlabel manula atau lansia tak selayaknya saya mempertontonkan moral, etika, dan perilaku yang tak pantas. Bukan hanya di dunia maya tetapi juga di jaga raya yang sangat hiruk-pikuk ini. Tak elok jika blogger setua ini tak bisa menjaga hati, lisan, dan tulisan. Betapa malunya saya jika ada yang bilang: “You are an uncivilized blogger.”

Saya ngeblog pada awalnya hanya untuk menyalurkan hobi menulis, mengisi waktu luang, ingin tetap eksis, dan agar lebih dikenal. Kurang cakep rasanya jika setelah pensiun saya mendadak tenggelam. Menyendiri, tak punya kawan. Oleh karena itu ngeblog menjadi pilihan.

Dalam perkembangan selanjutnya saya juga memanfaatkan blog sebagai lahan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Bukan melihat segi jumlah rupiah atau dolar yang berhasil mengisi dompet. Ada sensasi di dalamnya. Bak anak orang kaya yang bisa membeli apa saja. Tetapi manakala dia berhasil menangkap layang-layang yang putus terasa ada hal yang berbeda. Anak orang kaya pasti mampu membeli puluhan bahkan ratusan layang-layang baru, bukan. Begitu pula halnya jika saya mendapatkan uang atau barang dari hasil ngeblog. Rasanya sungguh berbeda.

Untuk mewujudkan keinginan saya menjadi civilized blogger tersebut maka pertama-tama saya harus meluruskan niat. Ngeblog untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat lebih saya kedepankan. Itu bukan berarti saya lantas menolak rezeki. Gak ilok. Dengan niat yang lurus itu maka saya meyakini bahwa hasilnya akan lebih barokah dan saya akan tetap on the right track (pada koridor yang benar )

Menjadi Civilized Blogger

Agar niat tersebut bisa terwujud maka dalam ngeblog saya lebih mengutamakan memanjakan pengunjung blog daripada mesin pencari. Itu itu secara bertahap saya akan melakukan hal-hal sebagai berikut.

1.  Tampilan blog saya buat sederhana tanpa mengurangi keindahan dan kerapian. Selain saya lebih nyaman dan mudah mengoperasikan juga membuat pengunjung betah dan gampang menemukan artikel yang dibutuhkan. Dengan tampilan sederhana saya juga berharap loading time blog ini juga tak terlalu lama sehingga mudah diakses oleh pengunjung.

2.  Sengaja saya tidak memasang gambar pada header agar begitu pengunjung masuk blog langsung melihat hompage yang berisi potongan-potongan artikel. Header yang terlalu lebar karena adanya gambar menyebabkan hanya sedikit postingan yang tampak. Ini menyebabkan pengunjung harus scroll ke bawah untuk melihat isi homepage secara utuh.

3. Saya buatkan beberapa pintu agar pengunjung bisa mencari dan menemukan artikel yang mereka cari. Halaman statis yang terletak pada tab di bawah header saya tempatkan Profil, Portofolio, Disclosure, dan Sitemap. Arsip artikel yang telah saya terbitkan dapat dilihat di halaman Sitemap. Jika pengunjung ingin mengetahui tentang pemilik blog dengan segala tingkahnya dapat membuka halaman Profil dan Portofolio.

4.  Pintu yang lain saya tempatkan di sidebar. Di situ saya pasang widget yang cukup penting misalnya Artikel Terkini (Recent Posts), Kategori, dan Search/Pencarian.

5.   Saya menggunakan warna cerah pada bodi blog tempat artikel berada dengan font artikel warna hitam. Ini lebih nyaman daripada background warna gelap dengan font warna merah atau warna lain yang dapat menyilaukan dan melelahkan mata.

6.   Font yang saya gunakan jenis Verdana dengan font ukuran normal agar tampilan artikel tidak terlalu kecil sehingga artikel mudah dibaca. Font dengan ukuran agak besar hanya untuk judul artikel.

7.  Pada artikel yang panjang lebar akan saya selipi gambar. Ini penting untuk mengistirahatkan dan menyegarkan mata pengunjung.

8.  Saya senantiasa berusaha membubuhkan atribut yang benar pada gambar utamanya jika meminjam gambar orang lain. Ini berkaitan dengan hak cipta dan etika.

9.  Kode captcha tidak saya pasang. Maklum beberapa sahabat, termasuk saya, sering kurang nyaman jika harus mengisi kode captcha. Terlebih lagi jika kode untuk membatasi spam tersebut terlalu sulit. Lebih baik saya mengalah agak repot sedikit menghapus komentar spam daripada merepotkan sahabat.

10. Moderasi komentar saya lakukan secara selektif yaitu hanya untuk pengunjung perdana. Saya memahami bahwa pengunjung kadang tidak sabar jika pemilik blog terlalu ketat dalam memoderasi komentar.

11. Karena blog ini berbahasa Indonesia maka judul widget dan lain-lain juga menggunakan bahasa yang sama. Kecuali widget yang tidak bisa diubah bahasanya, lebih khas, atau menyulitkan mesin pencari jika diubah bahasanya.

12. Homepage (halaman depan) hanya akan saya isi potongan-potongan artikel belaka. Ini gunanya agar pengunjung mempunyai beberapa pilihan untuk membaca artikel yang disukai dan diperlukan. Artikel utuh bisa dibaca dengan klik kata penyambung berbunyi ‘Artikel selengkapnya’ yang terletak pada bagian akhir potongan artikel tersebut. Hal yang sama juga saya berlakukan di homepage blog saya yang lain yaitu Neo BlogCamp.

Civilized Blogger

Hal-hal yang saya sebutkan di atas baru menjelaskan blog sebagai faktor wadah. Isinya masih menyangkut tampilan dan kinerja blog. Ini semacam etalase dari sebuah toko. Jika tampilan blog semrawut wal acak-acakan maka akan berpengaruh terhadap pengunjung. Bagi saya blog tak harus sepi seperti kuburan tetapi juga jangan terlalu ramai mirip pasar malam.

Lalu bagaimana dengan isi atau konten blog? Untuk menjadi blogger yang berbudaya tentu saya harus mengisi blog ini dengan artikel yang menarik dan bermanfaat.

1. Artikel bernuansa how to yang memberitahu atau mengajari orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu masih disukai pengunjung. Bentuknya tak selalu harus berupa tips atau tutorial. Kisah fiksi atau humor sekalipun bisa diselipi pelajaran yang bermanfaat, tersurat atau tersirat, bukan.

2. Saya akan menghindari menerbitkan artikel yang bersinggungan dengan suku, agama, ras, dan golongan. Blog ini juga tak akan saya isi dengan tulisan atau gambar yang berbau pornografi dan pornoaksi, judi, minuman keras, obat terlarang, dan lain-lainnya.

3. Artikel blog ini juga tak akan memprovokasi orang lain untuk melakukan perbuatan negatif yang bertentangan dengan undang-undang, peraturan, etika, dan norma yang berlaku secara umum maupun secara khusus. Saya sangat memahami bahwa pengunjung blog sangat heterogen. Suatu kalimat atau kata bisa ditafsirkan berbeda oleh seseorang atau sekelompok orang.

4. Pemilihan kata dalam artikel akan saya perhatikan dengan seksama. Segala macam bentuk ungkapan bernada ancaman, umpatan, jorok, vulgar, dan atau caci-maki tentu tak elok dibaca atau didengar. Ini tentu harus saya hindari agar tak ada seorangpun yang merasa tersinggung atau tersakiti hati dan perasaannya.

5. Mempublikasikan artikel yang menyemangati, memotivasi, dan menginspirasi orang saya anggap lebih memiliki nilai positif dibandingkan dengan sebaliknya.

.

Kopdar Blogger

Foto:Indah Nuria Savitri

.

Blogger berbudaya tentu bukan hanya sebatas pada blogosphere. Di luar blogging, moral, etika, sikap, ucapan, dan tingkahlakunya juga harus ngejowantah. Interaksi blogger dengan pengguna media sosial juga harus cakep. Ini akan tampak pada komentar yang ditulis blog  sahabat, status di timeline Facebook, kicauan di Twitter, Instagram, Google+1, Pinterest, dan lain sebagainya.

Last but not least, saat hadir di social gathering misalnya kopdar blogger, seminar, workshop, dan event lain maka moral, etika, sikap, dan tingkah laku harus tetap ditampakkan. Ini tidak berarti saya lantas menganggun-anggunkan diri, tebar pesona, jaim, menjadi tidak ramah, dan jarang bercanda plus pelit senyum.

Civilized Blogger mengedepankan dan menjunjung tinggi moral, etika, profesionalisme dalam ucapan, sikap, tingkah laku, baik di dunia maya maupun dunia nyata. Namun, tidak lantas menjadi blogger garing dan menjemukan.

(Visited 35 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

23 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Yusron Fauzi berkata:

    Blog baru lagi rupanya ya, Pak Dhe. Kini saya pun harus melahirkan blog baru, cuma sayangnya nggak kayak dulu di WP. Sekarang penghuni blogspot.

    Hebat satu, artikel bisa 1000 kata lebih

    Saya harus punya blog cadangan yang bisa difungsikan sebagai dummy blog

  2. damarojat berkata:

    Selamat datang, BlogApik.

    Civilized Blogger, term baru ya, Pakde?

    Semoga kehadirannya bisa men-civilized-kan pembacanya.

    Term ciptaan saya saja hahaha
    Matur nuwun

  3. wah, blog baru yah pak dhe
    saya juga membuat banyak blog baru akhir2 ini 😀
    karena memang punya banyak blog itu banyak membuka pundi2 rejeki

    Iya Mas
    Katanya memang harus beternak blog jika ingin mengisi dompet hahahaha

  4. inda chakim berkata:

    Seperti biasa, selalu adem baca tulisan pak de
    btw pak de, ini blog bau lg yah, duu, pak de keren bgd sih,
    jd malu sndiri saya pak de, kalah produktif, Hiks

    Saya kan pensiunan jadi banyak waktu Jeng
    Bisane ya hanya nulis, kalau bisnis lain takut bangkrut

  5. @kakdidik13 berkata:

    Wah, blog baru ya Pakdhe… Asyik-asyik, menjadi semakin produktif melalui NgeBlog….

    Untuk ganti situasi sana-sini Mas

  6. Hastira berkata:

    ah blog pakde mah memang sudah ayhud dengan tulisan yang apik dan mudah dimengerti

    Matur nuwun, nulis gaya sendiri saja Jeng biar gampang

  7. Rotun DF berkata:

    Masya Allah, blog baru lagi, De? Produktif sekali Pakde ini.
    Pakde menjadi salah satu panutanku dalam menulis artikel di blog, bahasa sederhana, mudah dimengerti dan mudah dalam akses serta berkomentar.
    Barakallah segala ilmunya, Pakde 🙂

    Aamin
    Pensiunan banyak waktu memang harus saya manfaatkan agar tak pikun dini

  8. kania berkata:

    iya suka kalo berkunjung ke blognya pakde. blognya minimalis, isinya maksimalis 🙂

    Iya, nuruti petunjuk para pakar agar blog tidak terlalu ramai kayak pasar malam tetapi juga jangan terlalu sepi kaya kuburan

  9. Ira duniabiza berkata:

    Selamat untuk blog barunya pak de. Wah ini udah blog ke berapa. Wad biasa. Semoga keinginannya terwujud ya pak de san Blog Apik bener2 bisa menghadirkan sesuatu untuk pembacanya. Sukses dan salam dari Bekasi ya.

    Saya usahakan untuk menulis apik dengan gaya saya sendiri saja
    Kalau niru gaya orang lain malah repot

  10. Waah, bloge anyaar, selamat pakde, selalu produktif. Kepengin produktif kok belum bisa hehehe.

    Matur nuwun
    Waktu saya banyak sekali sehingga harus dimanfaatkan dengan baik

  11. Wah, jadi Pakde punya berapa blog sekarang? Luar biasaaa…

    Sama seperti saya, Pakde, tujuan pertama menulis bukan untuk uang. Lha wong honor nulis Jon Koplo di Solopos yang kira-kira tujuh puluh juta saja bisa bikin saya ketawa-ketiwi koq. Bahagiaaaa rasanya. 🙂

    Dan seperti yang Mak Indah Juli pernah pesankan, blogging with heart, money will follow. Itu selalu saya ingat. 🙂

    Semangat Pakde. 🙂

    Betul, kalau ngoyo mengejar fulus nanti malah biyayakan nulisnya

  12. Dian Anthie berkata:

    Wahhh kerennnn banget artikelnya pakde Abdul Cholik , Terimakasih atas tipsnya ya

    Tips ringan-ringan saja biar enteng tanggung jawabnya

  13. evrinasp berkata:

    ah kece, pak dhe benar-benar produktif, sudah ada blog baru lagi, keren

    Untuk variasi agar tak jenuh main di Neo BlogCamp

  14. Okti Li berkata:

    Selamat atas blog barunya
    semoga harapannya terkait blog ini terwujud
    salam dari Cianjur 🙂

    Terima kasih
    Kapan ya bisa lihat2 Cianjur.
    Dulu sering lewat, tiap malam minggu dan minggu malam

  15. […] yang saya sampaikan pada artikel saya berjudul Saya Ingin Menjadi Civilized Blogger bahwa Artikel bernuansa how to yang memberitahu atau mengajari orang lain untuk melakukan atau […]

  16. hmm begitu yah caranya..
    oke sebelumnya selamat yah pakde atas blog barunya..

    Terima kasih banyak

  17. We need more of this! Jadi civilized blogger itu sebenrnya tidak sulit ya Pakdhe :)…blog barunya oke nih 🙂

    Jika sudah ketemu slahnya ya enak

  18. Ety Budiharjo berkata:

    Hadeh tulisan pakdhe ini bernas banget, sejatinya tulisan itu cerminan sikap kita ya dhe. Sayapun terkadang seperti itu, like write like do…

    Iya, saya nulis dengan gaya sendiri saja biar nggak ribet mikirnya

  19. Tulisannya bagus. Tulisan kita memang merupakan cerminan diri kita. Selamat buat blog barunya, Pakde.

    Matur nuwun kunjungan dan komentarnya

  20. Blog baru pakdhe kah?

    waahhh apik.. sesuai dengan namanya Blog Apik 😀

    Matur nuwun
    Nama yang gampang diingat kan

  21. […] 6. Hindari memasang gambar yang bersinggungan dengan masalah SAR dan pornografi. Mari kita menjadi civilized blogger. […]

  22. […] brand. Pemiliknya mempunyai kewajiban moral untuk menjaga citra brand. Oleh karenanya menjadi civilized blogger merupakan suatu […]

  23. […] blogger sepatutnyalah memperhatikan juga etika dan norma yang berlaku sehingga layak diberi label Civilized Blogger atau blogger yang […]

Leave a comment